Pages

Showing posts with label Al Quran. Show all posts
Showing posts with label Al Quran. Show all posts

Tuesday, 12 March 2013

Penghafal Al-quran Ditakuti Orang Israel



Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya,
“Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab,
“Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan,
“Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi. Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen,
“Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.
Kesimpulan pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina.?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.
Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi..
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.
Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,”
katanya seperti dalam tulisan itu.  Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”
SEBUAH BAHAN RENUNGAN BAGI KITA SEMUA. SEMOGA KITA SADAR APA YANG TELAH , SEDANG DAN KE DEPAN YANG AKAN KITA LAKUKAN….
sumber : sabili

Thursday, 28 February 2013

Fatih Seferagic

Dalam arus gelombang kegilaan ramai remaja dunia kepada kpop dan fenomena Justin Bieber,
SubhanAllah, MashaAllah.. seorang pemuda dari Amerika menggunakan sebaik-baik masanya untuk  di isi dengan ibadah.

Bukan untuk berlebihan dalam mempromosikan atau melahirkan pujian menggunung, sekadar satu renungan dan teladan untuk kita sama-sama menjejak langkah Fatih Seferagic ini.. InsyaAllah

Siapakah Fatih Seferagic? Ana sekadar memberi pengenalan... info lanjut beliau boleh tanya dengan Uncle Google atau terus ke facebook Fatih : http://www.facebook.com/fatihseferagic








siapa Fatih Seferagic ni? kalau nak tahu siapa dia nih tengok video youtube ni : - See more at: http://princessloveglamorous.blogspot.com/2013/01/fatih-seferagic.html#sthash.rAxBp0rj.dpuf


siapa Fatih Seferagic ni? kalau nak tahu siapa dia nih tengok video youtube ni :
- See more at: http://princessloveglamorous.blogspot.com/2013/01/fatih-seferagic.html#sthash.rAxBp0rj.dpuf

Friday, 14 December 2012

TAJWID

 
Tajwīd (تجويد) dari segi bahasanya bermaksud melakukan sesuatu dengan elok yang berasal dari perkataan Jawwada. Pada istilah syarak, tajwid adalah ilmu yang boleh mengenalkan tempat bagi tiap-tiap huruf dengan memberi apa yang patut baginya dari segi sifat-sifat huruf itu seperti menyatakan dan menyembunyikan atau apa yang dimestikan bagi huruf-huruf itu dari sifat-sifat luar dari segi panjang, pendek, tebal, tipis dan sebagainya.
Anggaran ilmu tajwid itu ialah menyampaikan dengan sedalamnya kesempurnaan tiap-tiap sebutan dari ayat al-Quran. Para ulama menyatakan yang hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardhu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca al-Quran adalah fardhu ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukallaf.

Hukum isti’azah dan basmalah


Isti’azah adalah lafaz: “A’uzubillahi minasy syaitaanir rajiim” (ﺍﻋﻮﺬ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ)
manakala basmalah adalah lafaz: “Bismillahir rahmaanir rahiim” (ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺤﻤﻦ ﺍﻟﺮﺤﻴﻢ).
Terdapat empat cara membaca iati’azah, basmalah dan surah:
  1. Memutuskan isti’azah (berhenti) kemudian baru membaca basmalah.
  2. Menyambungkan basmalah dengan surah tanpa berhenti.
  3. Membaca isti’azah dan basmalah terus-menerus tanpa henti.
  4. Membaca isti’azah, basmalah dan awal surah terus-menerus tanpa henti.
Terdapat empat cara membaca basmalah di antara dua surah. Tiga daripadanya adalah harus dan satu lagi adalah tidak harus. Yang harus adalah:
  1. Mengasingkan basmalah denga surah
  2. Menghubungkan basmalah dengan awal surah
  3. Menghubungkan kesemuanya
Bacaan bagi yang tidak harus pula adalah:
  1. Menghubungkan akhir surah dengan basmalah lalu berhenti. Kemudian, barulah membaca surah yang seterusnya tanpa basmalah. Walau bagaimanapun, tidak harus membaca sebegini kerana ditakuti bahawa ada yang menganggap basmalah adalah salah satu ayat daripada surah yang sebelumnya.

Hukum nun mati dan tanwin


Nun mati atau nun saktah adalah huruf nun yang berbaris mati ( ﻥْ ) manakala tanwin adalah mana-mana huruf yang mempunyai dua baris di atas (ً ), di bawah (ٍ ) dan di hadapan (ٌ ). Terdapat empat hukum bagi nun mati dan tanwin iaitu izhar, idgham, iqlab dan ikhfa’.

Hukum mim mati


Mim mati mati atau mim saktah adalah mim yang berbaris mati atau sukun (ﻡْ). Terdapat tiga hukum bagi kes ini iaitu idgham mutamathilain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻤﺎﺛﻠﻴﻦ), ikhfa’ syafawi (ﺇﺧﻔﺎﺀ ﺷﻔﻮﻱ) dan izhar syafawi (ﺇﻇﻬﺎﺭﺷﻔﻮﻱ).

Hukum mim dan nun bersabdu


Hukum mim dan nun bersabdu juga dikenali sebagai wajibal ghunnah (ﻭﺍﺟﺐ ﺍﻟﻐﻨﻪ) yang bermaksud diwajibkan dengung. Maka jelaslah yang bacaan bagi kedua-duanya adalah didengungkan. Hukum ini jatuh bagi setiap huruf mim dan nun yang mempunyai tanda sabdu atau bertasydid (ﻡّ dan نّ).
Antara contoh ayat yang ditunjukkan adalah:ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨﱠﺔ ﻭَﺍﻟﻨﱠﺎﺱِ

Hukum alif lam ma’rifah


Alif lam ma’rifah adalah dua huruf (alif dan lam) yang ditambah pada pangkal kata nama atau isim yang menentukan maksud perkataan itu dan lain lagi. Terdapat dua jenis kes bagi alif lam ma’rifah apabila bersambung dengan ejaannya iaitu qamariah dan syamsiah.
Alif lam qamariah ialah lam yang bersambung terus daripada empat belas huruf ini iaitu hamzah (ء), ba’ (ب), jim (ج), ha’ (ح), kha’ (خ), ‘ain (ع), ghain (غ), fa’ (ف), qaf (ق), kaf (ك), mim (م), wau (و), ha’ () dan ya’ (ي). Ini diambil sempena perkataan al-qamar (ﺍﻟﻘﻤﺮ). Dari perkataan itu, jelas cara membacanya adalah tidak memasukkaan lam ke dalam huruf selepasnya tetapi mematikannya dengan jelas lalu menyebut huruf yang seterusnya.
Alif lam syamsiah ialah lam yag bersambung dengan empat belas huruf ini pula iaitu ta’ (ت), tha’ (ث), dal (د), dzal (ذ), ra’ (ر), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), zho (ظ), lam (ل) dan nun (ن). Ini diambil sempena perkataan asy-syamsiah (ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ). Dari perkataan tersebut, cara membacanya adalah dengan memasukkan ke dalam huruf selepas lam yang kebanyakkanya disabdukan dan lam tidak dibunyikan.

Hukum idgham


Idgham (ﺇﺩﻏﺎﻡ) adalah berpadu atau bercampur dua huruf atau memasukkan satu huruf ke dalam huruf yang lain. Maka, jelaslah harus dibaca dengan memasukkan bunyi huruf yang seterusnya. Terdapat tiga jenis idgham:
  1. Idgham mutamathilain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻤﺎﺛﻠﻴﻦ – yang serupa) ialah pertemuan dua huruf yang sama sifat dan makhrajnya (tempat keluarnya) dal bertemu dal dan sebagainya. Hukum adalah wajib diidghamkan. Contoh: ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ.
  2. Idgham mutaqaribain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﻘﺎﺭﺑﻴﻦ – yang hampir) ialah pertemuan dua huruf yang berhampiran sifat dan makhrajnya seperti ba’ bertemu mim, qaf bertemu kaf dan tha’ bertemu dzal. Contoh: ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ
  3. Idgham mutajanisain (ﺇﺩﻏﺎﻡ ﻣﺘﺠﺎﻧﺴﻴﻦ – yang sejenis) ialah pertemuan dua huruf yang sama makhrajnya tetapi tidak sama sifatnya seperti ta’ dan tho, lam dan ra’ serta dzal dan zho. Contoh: ﻗُﻞ ﺭَﺏﱢ

Hukum mad


Mad bermaksud lanjut atau lebih. Dari segi istilah ulama tajwid dan ahli bacaan, mad bermaksud memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad. Terdapat dua bahagian mad iaiatu mad asli dan mad far’ie. Terdapat tiga huruf mad iaitu alif, wau, dan ya’ dan huruf tersebut haruslah berbaris mati atau saktah. Kepanjangan bacaan mad diukur dengan menggunakan harakat.

Hukum ra’


Hukum ra’ adalah hukum bagaimana membunyikan huruf ra’ dalam bacaan. Terdapat tiga cara iaitu kasar atau tebal, halus atau nipis, atau harus dikasarkan dan dinipiskan.
Bacaan ra’ harus dikasarkan apabila:
  • Setiap ra’ yang berbaris atas atau hadapan.
Contoh: ﺭَﺑﱢﻨَﺎ
  • Setiap ra’ yang berbaris mati dan huruf sebelumnya berbaris hadapan atau atas.
Contoh: ﻭَﺍﻻَﺭْﺽ
  • Ra’ berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah yang mendatang, bukan baris yang asal.
Contoh: ٱﺭْﺟِﻌُﻮْﺍ
  • Ra’ berbaris mati dan sebelumnya huruf yang berbaris bawah tetapi ra’ tadi berjumpa dengan huruf isti’la’.
Contoh: ﻣِﺮْﺻَﺎﺪ
Bacaan ra’ yang dinipiskan adalah apabila:
  • Setiap ra’ yang berbaris bawah.
Contoh: ﺭِﺟَﺎﻝٌ
  • Setiap ra’ yang sebelumnya terdapat huruf lin
Contoh: ﺧَﻴْﺮٌ
  • Ra’ mati yang sebelumnya juga huruf berbaris bawah tetapi tidak berjumpa dengan huruf isti’la’.
Contoh: ﻓِﺮْﻋَﻮﻦَ
Bacaan ra’ yang harus dikasarkan dan dinipiskan adalah apabila setiap ra’ yang berbaris mati yang huruf sebelumnya berbaris bawah dan kemudian berjumpa dengan salah satu huruf isti’la’.
Contoh: ﻓِﺮْﻕ


Isti’la’ (ﺍﺳﺘﻌﻼ ﺀ): terdapat tujuh huruf iaitu kha’ (خ), sod (ص), dhod (ض), tho (ط), qaf (ق), dan zho (ظ)

Qalqalah


Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ) adalah bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik. Huruf qalqalah ada lima iaitu qaf (ق), tho (ط), ba’ (ب), jim (ج), dal (د). Qalqalah terbahagi kepada dua jenis:
  • Qalqalah kecil iaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu berbaris mati dan baris matinya adalah asli dan bukan mendatang.
Contoh: ﻴَﻄْﻤَﻌُﻮﻥَ, ﻴَﺪْﻋُﻮﻥَ
  • Qalqalah besar iaitu apabila salah satu daripada huruf qalqalah itu dimatikan dengan mendatang. Dalam keadaan ini, qalqalah dilakukan apabila wakaf padanya tetapi tidak diqalqalahkan apabila diteruskan.
Contoh: ٱﻟْﻔَﻟَﻖِ, ﻋَﻟَﻖٍ

Sifat huruf


Sifat huruf adalah salah satu dari perkara tajwid dalam bacaan al-Quran. Sifat huruf adalah ciri yang menjelaskan perihal suatu huruf. Melalui sifatnya, seseorang itu akan mampu membezakan suatu huruf itu dengan keadaan sebutannya seperti tertahan, berdesing, melantun dan sebagainya.
Kelebihan memahami sifat huruf ini adalah sebagai pelengkap kepada makhraj. Dengan mengetahui sifatnya, kita dapat membezakan lafaz sebutan bagi huruf yang makhrajnya sama. Tambahan pula, kita akan dapat mengenal huruf yang kuat dan lemah atau huruf yang dilafazkan secara tebal dan tipis kerana sifat yang wujud pada hurufnya. Sifat huruf juga membantu memperkemaskan ketepatan sebutan suatu huruf supaya dapat dilafazkan dengan betul, terutamanya bagi huruf yang hampir sama sebutannya seperti huruf tha (ث) dengan sin (س), ha’ (ح) dengan ha ().

Waqaf


Waqaf dari sudut bahasa ialah berhenti atau menahan manakala dari sudut istilah tajwid pula ialah menghentikan seketika bacaan secara memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernafas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Terdapat empat jenis waqaf:
  • Taamm (ﺗﺂﻡّ – wakaf sempurna) – apabila berhenti pada satu ayat yang putus, tidak berkaitan atau kena-mengena lagi dengan mana-mana kalimah atau perkataan sesudah ayat tersebut atau di hadapannya sama ada berkenaan lafaz atau makna.
  • Kaaf (ﻛﺎﻒ – wakaf memadai) – apabila berhenti pada satu ayat yang putus tidak ada kena-mengena dengan satu-satu kalimah atau perkataan sesudah ayat tersebut atau di hadapannya pada lafaz sahaja tetapi ada kena-mengena dalam maknanya.
  • Hasan (ﺣﺴﻦ – wakaf baik) – apabila berhenti pada satu ayat yang ada kena mengena dengan yang sesudah dan sebelumnya pada lafaz sahaja, dengan syarat yang diberhentikan itu telah memenuhi maknanya.
  • Qabiih (ﻗﺒﻴﺢ – wakaf buruk) – apabila berhenti pada satu-satu ayat tidak sempurna maknanya yang kadang-kala ayat itu ada berkaitan dengan ayat-ayat yang sebelum dan sesudahnya sama ada pada lafaz atau pada makna.

Tanda-tanda waqaf


  1. Tanda mim ( ) dikenali sebagai Waqaf Lazim. Adalah dikehendaki berhenti seketika apabila mim muncul. Jika tidak berhenti, kebarangkalian yang maknanya berubah.
  2. Tanda tho ( ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti seketika. Ia menunjukkan yang makna belum lagi dinyatakan sepenuhnya..
  3. Tanda jim ( ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih elok berhenti seketika di sini walaupun tidak berhenti adalah dibenarkan.
  4. Tanda zha ( ) bermaksud lebih elok TIDAK berhenti.
  5. Tanda sod ( ) dikenali sebagai Waqaf Murakhkhas, menunjukkan yang tidak digalakkan berhenti walaupun berhenti dibenarkan. Perbezaan antara hukum tanda zha dan sod adalah kegunaannya, dalam kata lain, keinginan untuk berhenti adalah lebih pada tanda sod
  6. Tanda sad-lam-ya’ ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan kepada “Al-wasl Awlaa” yang bermaksud “Sambung lebih elok”. Pembaca haruslah meneruskan bacaan kerana itu lebih elok.
  7. Tanda qaf ( ) merupakan singkatan kepada “Qeela alayhil waqf” yang bermakna “telah dinyatakan yang berhenti harus dilakukan ke atasnya”. Tidak perlu berhenti di sini.
  8. Tanda sod-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan kepadan “Qad yoosalu” yang membawa maksud “akan bersambung kadang-kala“. Kadang-kala seseorang akan berhenti manakala ada yang tidak walaupun berhenti lebih diutamakan.
  9. Tanda perkataan Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! Ia muncul pada tempat yang kebarangkalian pembaca akan meneruskan bacaan tanpa henti.
  10. Tanda sin ( س ) atau perkataan Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil nafas. Dalam kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil nafas baru untuk meneruskan ayat.
  11. Tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) serupa dengan Saktah tetapi bezanya ialah waqaf pada Waqjah lebih lama berbanding Saktah.
  12. Tanda Laa ( ) bermaksud “Jangan!“. Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung mahupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, tidak dibenarkan berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak.
  13. Tanda kaf ( ) merupakan singkatan kepada “Kathaalik” yang bermaksud “serupa”. Dalam kata lain, tanda yang sama sebelumnya digunakan di sini.
  14. Tanda bertitik tiga ( ... ...) yang dikenali Waqaf Muraqabah (Berhenti Pemerhatian) atau Waqaf Ta’anuq (Terikat). Tanda ini kadang-kala diletakkan sekali huruf jim yang turut menjadi simbol bagi Mu’aanaqah ini. Ia akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membaca adalah Harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.

HUKUM TAJWID




QALQALAH

QALQALAH SUGHRA
Lantunan yang paling rendah. Apabila huruf Qalqalah terletak di pertengahan kalimah.
Tanda : Huruf Qalqalah sukun terdapat di pertengahan kalimah.



QALQALAH KUBRA
Lantunan yang sederhana iaitu pertengahan. Apabila memberhentikan bacaan pada huruf Qalqalah yang berada di hujung kalimah dan huruf tersebut tidak bersabdu (bertasydid). Sukun pada huruf Qalqalah di sini adalah ‘aridh yang disebabkan wakaf (berhenti) padanya.
Tanda : Wakaf pada huruf Qalqalah yang tidak bersabdu.



QALQALAH AKBAR
Lantunan yang paling kuat. Apabila memberhentikan bacaan pada huruf Qalqalah yang berada di hujung kalimah dan huruf tersebut bersabdu (bertasydid). Sukun pada huruf Qalqalah di sini merupakan sukun yang ‘aridh (mendatang) disebabkan wakaf (berhenti) padanya.
Tanda : Wakaf pada huruf Qalqalah yang bertasydid.




NUN SAKINAH DAN TANWIN


IQLAB
Dari sudut bahasa: Menukarkan sesuatu kepada sesuatu.
Dari sudut istilah Ilmu Tajwid: Menukarkan lafaz sesuatu huruf kepada huruf yang lain.
Apabila Nun Sakinah atau Tanwin bertemu dengan huruf Iqlab iaitu Ba’, maka hendaklah ditukarkan Nun Sakinah atau Tanwin kepada Mim dengan disertai suara “Ghunnah” (dengung) dengar kadar panjang dua harakat. Sebab ditukarkan Nun Sakinah dan Tanwin kepada Mim tidak kepada huruf-huruf yang lain kerana Mim dan Ba’ ada persamaan antara makhraj dan sifatnya.
  • Makhraj Mim dan Ba’ pada antara dua bibir.
  • Sifat yang sama antara Mim dan Ba’ pula ialah Jahar, Istifal, Infitah, Idzlaq dan Ghunnah




IDGHAM
IDGHAM terbahagi kepada 2.
IDGHAM BILA GHUNNAH
Iaitu memasukkan tanpa dengung. Ia terdiri dari dua huruf iaitu Ra’ dan Lam.
Apabila salah satu dari dua huruf tersebut bertemu dengan Nun Sakinah atau Tanwin dengan syarat di dalam dua kalimah yang berasingan, ia mestilah dibaca dengan Idgham Bila Ghunnah. Bacaan Idghamnya tidak disertai dengan Ghunnah (dengung).




IDGHAM MA’AL GHUNNAH
Apabila Nun Sakinah atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf-huruf Idgham Ma’al Ghunnah iaitu Ya’, Wau, Mim dan Nun dalam dua kalimah. Maka ia dibaca dengan disertai ghunnah (dengung) dengan kadar 2 harakat.





IKHFA’ HAQIQI
Dinamakan Ikhfa’ Haqiqi kerana pada hakikatnya dibaca dengan Ikhfa’ Nun Sakinah atau Tanwin pada kebanyakan huruf hijaiyyah. Ikhfa’ Haqiqi ada tiga martabat (peringkat):
    1. Martabat tertinggi: iaitu Ikhfa’ Nun Sakinah atau Tanwin pada huruf To’, Dal dan Ta’ kerana makhrajnya paling hampir dengan Nun Sakinah.
    2. Martabat pertengahan: iaitu Ikhfa’ Nun Sakinah atau Tanwin pada huruf Tha’, Jim, Dzal, Zai, Sin, Syin, Shad, Dhad, Zha’ dan Fa’ kerana makhrajnya di pertengahan (iaitu antara martabat tertinggi dengan martabat terendah) Nun Sakinah.
    3. Martabat terendah: iaitu Ikhfa’ Nun Sakinah atau Tanwin pada Qaf dan kaf kerana makhrajnya berjauhan dengan Nun Sakinah.
Perhatian: Ikhfa’ Nun Sakinah juga berlaku pada huruf pembukaan surah seperti yang disenaraikan di bawah ini:
    • Surah Maryam: 1
    • Surah al-Syura: 2
    • Surah al-Naml: 1 dan 2 (sekiranya dibaca wasal pada ayat 1 dan 2).
Bunyi ghunnah atau dengung bagi hukum Ikhfa’ Haqiqi ada dua keadaan:
    • Tafkhim (sekiranya Nun Sakinah atau Tanwin bertemu dengan huruf-huruf Ikhfa’ yang bersifat isti’la’ seperti huruf Shad, Dhad, To’, Zha’, dan Qaf).
Tarqiq (sekiranya Nun Sakinah atau Tanwin bertemu dengan huruf-huruf Ikhfa’ yang tidak bersifat isti’la’ iaitu selain dari huruf-huruf yang telah disebutkan di atas).





MIM NUN BERSABDU


MIM BERSABDU
Mim bersabdu pada asalnya terdiri dari dua Mim, pertama sukun dan kedua berbaris. Mim Sukun dimasukkan ke dalam Mim yang berbaris sehingga kedua-duanya membentuk satu huruf yang bersabdu. Hukum Mim yang bersabdu adalah wajib dibaca secara Ghunnah (menzahirkan dengungnya) dengan kadar dua harakat.





NUN BERSABDU
Nun yang bersabdu pada asalnya terdiri dari dua huruf Nun, iaitu huruf yang pertama sukun dan yang kedua berbaris.





HUKUM MAD


MAD FAR’IE
Mad Far’ie terbahagi kepada 8.


Mad ‘Aridh Lil Sukun

Dinamakan Mad ‘Aridh Lil Sukun kerana terdapat sukun yang mendatang selepas huruf Mad ketika waqaf.
Dibaca 2 harakat kerana pada asalnya ia adalah Mad Asli, dibaca 4 harakat (iaitu martabat pertengahan bagi kadar Mad) kerana seumpama berhimpun dua huruf sukun serta meraikan keadaan asal dan dibaca 6 harakat kerana menyerupai Mad Lazim.





Mad Badal
Mad Badal ialah huruf Hamzah berada sebelum huruf Mad di dalam satu kalimah dan tidak terdapat huruf Hamzah atau Sukun selepas huruf Mad.
Ia dinamakan dengan Mad Badal kerana Huruf Mad tersebut adalah gantian daripada Hamzah.
Huruf Hamzah kedua ditukar kepada huruf Mad mengikut baris huruf Hamzah pertama untuk meringankan bacaan. Mad Badal terjadi dalam 4 keadaan:
  1. Mad Badal yang terjadi ketika permulaan dan wasal.
  2. Mad Badal yang terjadi ketika wasal sahaja.
  3. Mad Badal yang terjadi ketika waqaf sahaja.
  4. Mad Badal yang terjadi ketika memulakan bacaan dengannya sahaja (ibtida’).
Kadar bacaannya adalah 2 harakat.




Mad ‘Iwad
Berlaku ketika wakaf pada akhir kalimah yang berbaris dua di atas kecuali pada huruf Ta’ Marbutah.
Ia wajib dibaca dengan kadar 2 harakat kerana ia adalah Mad Tabi’ie yang terjadi kerana waqaf.





Mad Jaiz Munfashil
Mad Jaiz Munfashil terjadi apabila Huruf Mad bertemu Hamzah dalam dua kalimah iaitu ketika wasal sahaja.
Dinamakan Mad Jaiz Munfashil kerana sebahagian daripada Imam-imam Qiraat membolehkan ianya dibaca lebih daripada kadar Mad Asli dan dinamakan Munfashil kerana Huruf Mad dan Hamzah berada di dalam dua kalimah yang berasingan.
Kadar harakatnya harus dibaca 4 atau 5 harakat. Mad Jaiz Munfashil ada dua keadaan dalam al-Quran berdasarkan kepada kaedah Resam al-Quran:

  1. Mad Jaiz Munfashil Haqiqi iaitu kelihatan jelas terpisah antara Huruf Mad dan Hamzah dalam dua kalimah yang berpisah antara keduanya.
  2. Mad Jaiz Munfashil Hukmi iaitu tidak kelihatan secara jelas Huruf Mad dan Hamzah berpisah dalam dua kalimah. Ia seolah-olah dalam satu kalimah. Keadaan ini berlaku pada dua situasi:
    1. Ya’ al-Nida’ (kata seruan) apabila selepasnya ada kalimah yang dimulai dengan Hamzah.
    2. Ha’ Lil Tanbih apabila selepasnya terdapat Isim Isyara.



Mad Liin
Mad Liin terjadi apabila Huruf Liin bertemu dengan sukun yang mendatang ketika waqaf sahaja.
Ia boleh dibaca dengan kadar harakat 2, 4 dan 6.
Dinamakan Mad Liin kerana ia terjadi pada Huruf Lin dan boleh dibaca dengan kadar 2, 4 dan 6 kerana ia sebahagian daripada Mad ‘Aridh Lil Sukun.





Mad Silah Qasirah


Mad silah ialah Mad yang terdapat pada Ha’ Dhomir.
Cara mengenalnya ialah apabila terdapat Ha’ Dhomir pada akhir kalimah, sebelumnya terdapat huruf yang berbaris dan selepasnya juga terdapat huruf yang berbaris.
Mad Silah Qasirah ialah mad yang terdapat pada ha’ dhomir iaitu selepas ha’ tidak ada hamzah qat’ie.





Mad Silah Towilah


Mad silah ialah Mad yang terdapat pada Ha’ Dhomir.
Cara mengenalnya ialah apabila terdapat Ha’ Dhomir pada akhir kalimah, sebelumnya terdapat huruf yang berbaris dan selepasnya juga terdapat huruf yang berbaris.
Untuk mengenali Mad Silah Towilah, kita cuma perlu memerhatikan selepas ha’ terdapat Hamzah Qat’ie





Mad Tamkin


Mad Tamkin berlaku apabila berhimpun dua Ya’ pada satu kalimah. Ya’ yang pertama mesti berbaris di bawah serta bertasydid dan Ya’ yang kedua sukun.



Mad Asli


Mad Asli ialah Mad yang terjadi dengan sebab Huruf Mad. Ia juga dikenali dengan Mad Tabi’ie.

Mad Asli terjadi apabila:
a. Huruf Alif yang didahului dengan huruf yang berbaris atas.
b. Huruf Wau sukun yang didahului dengan huruf yang berbaris hadapan.
c. Huruf Ya’ sukun yang didahului dengan huruf yang berbaris bawah.
Perhatian:
Dalam riwayat Hafs terdapat tujuh kalimah yang diakhiri dengan Alif dan dibaca panjang dengan kadar 2 harakat ketika waqaf sahaja sedangkan ketika wasal kalimah-kalimah ini dibaca dengan pendek tidak bermad.





HUKUM HAMZAH



PECAHAN HUKUM HAMZAH

Hamzah Qat’ie
Hamzah Qata’ iaitu hamzah yang tetap bacaannya sama ada dimulakan dengannya atau sebaliknya. Hamzah ini dinamakan dengan Hamzah Qat’ie kerana hamzah ini mempunyai baris yang pasti atau tetap kewujudannya. Hamzah Qat’ie boleh menerima baris dan ditulis dengan nyata barisnya. Ia terdapat pada ketiga-tiga jenis kalimah iaitu isim (kata nama), Fe’el (kata kerja) dan harf (kata sendi). Hamzah Qat’ie yang datang pada kalimah ini menerusi tiga keadaan iaitu:
  1. Awal kalimah sama ada hamzah itu berbaris atas, bawah atau hadapan.
  2. Pertengahan kalimah sama ada hamzah berbaris atas, hadapan bawah atau sukun (mati).
  3. Di hujung kalimah sama ada hamzah itu berbaris atas, bawah, hadapan atau sukun (mati).
Hamzah Qat’ie berubah daripada sifat asal dalam beberapa keadaan:
  1. Dibaca secara tashil iaitu bacaan antara alif dan hamzah pada lafaz ‘Aajami’ surah Fussilat: 44.
  2. Dibaca secara ibdal (iaitu ditukarkan kepada huruf mad) jika terdapat hamzah wasal sebelumnya dan dimulakan dengan hamzah wasal tersebut. seperti pada lafaz ‘Utumina’ surah al-Baqarah: 283
Kaedah penulisan Hamzah Qat’ie.
  1. Apabila Hamzah Qat’ie berada di awal kalimah maka ia ditulis dengan huruf alif sebagai rumahnya sama ada hamzah itu berbaris atas, bawah atau hadapan.
2. Apabila Hamzah Qat’ie berada di tengah kalimah maka ada beberapa keadaan:
    • Apabila hamzah qat’ie itu sukun dan huruf sebelumnya berbaris atas maka ia ditulis dengan huruf alif sebagai rumahnya.
    • Sekiranya hamzah qat’ie itu sukun dan huruf sebelumnya berbaris bawah maka ia ditulis dengan huruf Ya’ sebagai rumahnya.

    • Sekiranya hamzah qat’ie itu sukun dan huruf sebelumnya berbaris hadapan maka ia ditulis dengan huruf wau sebagai rumahnya.
    • Sekiranya hamzah qat’ie itu berbaris dan huruf sebelumnya sukun kecuali alif maka ia ditulis bersendirian tanpa rumah.
    • Sekiranya hamzah qat’ie itu berbaris atas maka ia ditulis dengan alif sebagai rumah.
    • Sekiranya hamzah qat’ie itu berbaris bawah maka ia ditulis dengan huruf Ya’ sebagai rumah.
    • Sekiranya hamzah qat’ie itu berbaris hadapan maka ia ditulis dengan huruf wau sebagai rumah.
3. Apabila Hamzah Qat’ie berada di hujung kalimah, maka ada beberapa keadaan juga iaitu:
    • Jika sebelum hamzah qat’ie tersebut huruf yang berbaris atas maka ia ditulis dengan huruf alif sebagai rumah.
    • Jika sebelum hamzah qat’ie tersebut huruf yang berbaris bawah maka ia ditulis dengan huruf Ya’ sebagai rumah.
    • Jika sebelum hamzah qatie tersebut huruf yang berbaris hadapan maka ia ditulis dengan huruf wau.
  1. Jika sebelum hamzah qat’ie tersebut huruf yang berbaris mati (sukun) maka ia ditulis bersendirian tanpa rumah.





Hamzah Wasal
Iaitu hamzah yang ditetapkan (dibaca) ketika memulakan bacaan dengannya dan tidak dibaca ketika bacaan bersambung. Ia hanya terdapat pada awal kalimah.





LAM TA’ARIF



PECAHAN LAM TA’ARIF
Alif Lam Syamsiah (Idgham Syamsi)
Alif Lam Syamsiah juga dikenali dengan Idgham Syamsi. Diidghamkan Lam Ta’rif apabila bertemu dengan mana-mana Huruf Syamsiah. Huruf Syamsiah ada 14 huruf iaitu Ta’, Tha’, Dal, Dzal, Ra’. Zai, Sin, Syin, Shad, Dhad, To’, Zha’, Lam dan Nun.
Idgham Syamsi terbahagi kepada dua bahagian:
1- Idgham Syamsi Bi Ghunnah (Idgham Syamsi dengan dengung):Ia terjadi apabila Lam Ta’rif diidghamkan pada Nun.
2- Idgham Syamsi Bila Ghunnah (Idgham Syamsi tanpa dengung):Ia terjadi apabila Lam Ta’rif diidghamkan pada Huruf-huruf Syamsiah selain Nun.


Sebab-sebab Idgham:
1- Lam Ta’rif dengan Lam adalah dua huruf yang sama pada makhraj dan sifat.
2- Lam dengan baki huruf Syamsiah yang lain adalah dua huruf yang mutaqariban.




Alif Lam Qamariah (Izhar Qamari)
Alif Lam Qamariah juga dikenali dengan Izhar Qamari. Diizharkan Lam Ta’rif apabila bertemu dengan mana-mana Huruf Qamariah. Huruf-huruf Qamariah itu ada empat belas huruf iaitu Ba’, Jim, Ha’, Kha’, ‘Ain, Ghain, Fa’, Qaf, Kaf, Mim, Wau, Ha’, Hamzah dan Ya’. Ia dinamakan Izhar Qamari kerana diizharkan Lam tersebut kepada Huruf-huruf Qamariah; manakala sebab ia Izhar ialah kerana Lam dan Huruf Qamariah adalah dua huruf Mutaba’idan.